kunirputihcurcuvaldp

Gejala Kista Gartner, Diagnosis dari Kista Gartner, Penanganan Kista Gartner

GEJALA
Disebagian kasus, salah satu tanda dari terdapatnya kista Gartner ialah terabanya benjolan lunak pada dinding vagina atau menonjol ke luar vagina. Ukuran dari kista tersebut pun bervariasi, dari kecil hingga cukup besar.

DIAGNOSIS
Diagnosis kista Gartner dapat ditentukan berdasarkan interviu medis, pemeriksaan secara langsung, dan pemeriksaan pendukung tertentu bila dibutuhkan.

Pada saat wawancara medis, dokter bisa menanyakan mengenai riwayat kesehatan, baik sebelumnya dan keluhan yang dialami saat ini. Pada saat melakukan pemeriksaan vagina secara rutin, dokter bisa meraba adanya massa pada dinding vagina. Selain itu, dokter juga bisa menyarankan untuk dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang guna menyingkirkan kondisi lainnya.

Beberapa pemeriksaan pendukung yang dapat dilakukan adalah:

1. Biopsi, atau pengambilan sampel jaringan dari kista, hal ini berguna menyingkirkan kemungkinan terdapatnya keganasan
2. Pemeriksaan cairan vagina atau serviks untuk menentukan terdapatnya infeksi menular seksual (IMS)
3. Pemeriksaan computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), atau ultrasonografi bila dinilai dibutuhkan, untuk melihat hasil penggambaran dari kista

PENANGANAN
Umumnya, penindakan dari kista Gartner dilakukan secara observasional dengan memperhatikan adanya pertumbuhan atau perubahan tampilan pada penelaahan rutin.

Bila kista semakin besar atau menyebabkan tanda dan gejala yang berat, dokter dapat merekomendasikan untuk dilakukan tindakan pembedahan guna mengangkat kista. Jika terjadi infeksi atau abses pada kista, dokter dapat merekomendasikan konsumsi obat-obatan tertentu.

Semoga bermanfaat...


*PENGERTIAN DAN PENYEBAB TERJADINYA KISTA GARTNER*

PENGERTIAN.
Kista Gartner merupakan salah satu jenis kista vagina. Jenis kista ini biasanya terletak pada dinding samping pada vagina. Kista Gartner ini juga dikenal dengan kista duktus Garter.

Duktus Gartner adalah salah satu organ yang terbentuk pada saat perkembangan janin perempuan, yang kemudian terjadi degradasi setelah kelahiran. Bila sebagian dari duktus tersebut menetap, terkadang dapat terjadi akumulasi cairan dan kemudian terbentuklah kista pada dinding vagina.

PENYEBAB.
Pada saat pertumbuhan, perkembangan sistem reproduksi janin perempuan, salah satu organ yang terbentuk adalah duktus Gartner atau duktus mesonefrik pada dinding vagina, yang seharusnya terjadi degradasi saat kelahiran.

Terjadinya kista ini umumnya disebabkan oleh menetapnya duktus Gartner, suatu organ sistem reproduksi wanita yang lazimnya ditemui saat perkembangan janin perempuan di dalam rahim. Apabila duktus Gartner menetap setelah kelahiran, ini menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di bagian-bagian tertentu pada duktus tersebut, yang kemudian membentuk kista pada dinding vagina.

Semoga bermanfaat...


Daftar Makanan yang Direkomendasikan bagi Penderita Asma

asma

Asma adalah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Meski begitu, pengidap asma tetap harus cermat memilah-milih makanan yang dikonsumsi setiap hari. Tidak banyak yang menyadari bahwa pemilihan makanan sangat berkaitan dengan peluang kekambuhan asma. Salah memilih makanan dapat membuat gejala asma rentan kambuh sewaktu-waktu, lho! Lantas, apa saja makanan yang boleh untuk penderita asma?

Pentingnya menjaga pola makan sehat bagi penderita asma

Orang dengan asma harus menjaga pola makannya dengan baik. Selain tujuannya untuk mengendalikan gejala asma, pola makan sehat dapat membantu menjaga berat badan ideal. Dalam banyak kasus, penderita asma yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung lebih lama merespon pengobatan ketika dirawat di rumah sakit.

Sebuah penelitian dalam jurnal Annals of American Thoracic Society mengungkapkan bahwa berusaha menurunkan setidaknya 10 persen dari berat tubuh adalah awal yang baik untuk mencapai berat badan ideal.

Makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma

Sebenarnya tidak ada jenis makanan tertentu yang benar-benar ampuh untuk mengobati penyakit asma. Hal ini pun diamini oleh Elizabeth Secord, MD, direktur program pelatihan untuk alergi dan imunologi di Children’s Hospital of Michigan di Detroit, Amerika Serikat dalam laman Everyday Health,

Meski begitu, Elizabeth menjelaskan bahwa selektif memilih makanan dapat membantu mengendalikan asma dengan mencegah kekambuhan gejalanya.

Berikut beberapa pilihan makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma :

1. Asam lemak omega 3

Lemak tidak selalu buruk untuk tubuh. Asalkan cermat dalam memilih jenis makanannya, lemak justru dapat membawa manfaat kesehatan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Allergology International, lemak yang berasal dari tumbuhan dan asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada saluran napas penderita asma. Dengan begitu risiko kekambuhan gejala asma dapat diminimalisir.

Hal ini pun didukung oleh penelitian lain yang dimuat dalam The Chest Journal. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa kandungan asam lemak omega 3 juga baik untuk kesehatan paru penderita asma.

Untuk makanan penderita asma, Anda bisa mendapatkan lemak sehat dari minyak zaitun, biji chia, biji rami (flaxseed), dan walnut. Sementara lemak sehat yang berasal dari hewan dapat ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden.

2. Apel

Sudah banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa buah apel dapat mencegah berbagai risiko penyakit. Bukti yang terbaru, apel bahkan diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan gejala asma.

Studi oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan, penderita asma yang makan apel setiap hari berisiko lebih rendah mengalami serangan asma ketimbang yang tidak makan apel sama sekali.

Selain enak dimakan segar-segar, Anda bisa mengolah apel menjadi jus atau smoothies. Tambahkan dengan berbagai buah-buahan lain supaya makanan yang baik untuk penderita asma ini lebih nikmat ketika disantap.

3. Wortel

Siapa yang tak kenal dengan sayuran satu ini? Wortel, si umbi berwarna kuning oranye ini terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata.

Pada kenyataannya, makanan yang terbuat dari wortel punya manfaat lain yang tak menyehatkan untuk penderita asma. Studi menunjukkan bahwa beta karoten dalam wortel dapat mengurangi serangan asma yang dipicu oleh olahraga setelah diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

Di samping itu, kandungan vitamin C dalam wortel yang berlimpah juga dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini memungkikan tubuh terhindar dari berbagai infeksi, misalnya flu dan pilek,  yang dapat memicu serangan asma. Apalagi bila gejala yang Anda alami termasuk cukup parah.

Namun, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi wortel. Bagi beberapa orang, wortel mungkin justru dapat menyebabkan reaksi alergi yang memicu gejala asma. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi wortel, pastikan Anda tidak punya riwayat alergi terhadapnya.

4. Bayam

Sayuran hijau seperti bayam ternyata juga masuk dalam daftar makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma. Kandungan folat (vitamin B9) dalam bayam dapat membantu mengendalikan asma.

Studi yang diterbitkan dalam Annals of American Thoracic Society juga menemukan hal yang serupa. Para peneliti dalam studi tersebut melaporkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan asupan folat dan vitamin D yang cukup delapan kali lebih mungkin untuk mengalami serangan asma. Hasil ini berlaku bila dibandingkan dengan anak-anak yang memenuhi kedua asupan nutrisi tersebut dengan cukup.

Selain bayam, Anda juga bisa mendapatkan asupan folat dari sayuran hijau lainnya seperti brokoli dan buncis.

5. Pisang

Selain batuk terus-menerus, asma juga seringnya disertai dengan gejala mengi. Mengi adalah suara seperti siulan lirih atau bunyi “ngik ngik” ketika Anda mengembuskan atau menghirup napas. Bunyi ini terjadi karena udara dipaksa keluar melalui saluran pernapasan yang tersumbat atau menyempit.

Guna mencegah mengi karena asma, Anda bisa mengonsumsi buah pisang. Sebuah survei yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal menemukan bahwa pisang dapat mengurangi mengi pada anak-anak dengan asma. Manfaat ini didapat berkat kandungan antioksidannya.

Pisang kaya akan kandungan asam fenolik yang larut dalam air. Bahkan, kandungan asam fenolik pisang lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya, termasuk apel. Inilah sebabnya, pisang dapat membantu mengurangi peradangan yang terjadi di saluran napas.

Di sisi lain, pisang juga salah satu sumber kalium terbaik yang dapat membantu meningkatkan fungsi paru. Tak heran bila pisang direkomendasikan sebagai makanan yang baik untuk penderita asma.

Guna mendapatkan manfaat yang optimal, makanlah pisang dengan apel.

6. Jahe

Sebenarnya para ahli belum tahu persis bagaimana cara kerja jahe membantu meredakan gejala asma. Namun, mereka berpendapat bahwa rempah satu ini dapat membantu mengurangi respon alergi dengan menurunkan menurunkan kadar IgE dalam tubuh.

Seperti yang diketahui, asma erat kaitannya dengan alergi. Ketika kadar IgE dalam tubuh menurun, maka reaksi alergi yang muncul juga perlahan-lahan akan berkurang. Alhasil, gejala asma Anda bisa lebih dikendalikan dan jarang kambuh.

Penelitian juga melaporkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi peradangan dan menghalangi kontraksi pada saluran pernapasan. Jahe juga dapat meningkatkan relaksasi pada otot seperti yang terdapat pada beberapa obat asma. Inilah sebabnya, jahe patut dijadikan sebagai makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita asma.

Jahe bisa diolah dengan beragam cara. Mulai dari dibikin minuman seperti wedang jahe hingga jadi bumbu dalam masakan.

Semoga bermanfaat

7 Manfaat Penting Teh Daun Sage untuk Kesehatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Kamu bisa memilih teh daun sage untuk dinikmati pada pagi hari karena mampu memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. Mungkin kamu perlu mencobanya sewaktu-waktu untuk merasakan khasiatnya dari teh ini. Teh daun sage memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga mampu melawan peradangan dan memberikan keuntungan kesehatan lainnya. Jika kamu salah seorang penikmat teh, kami wajib mengetahui manfaat di balik secangkir daun teh sage ini bila dikonsumsi secara rutin.

Daun sage (Salvia officinalis) tergolong dalam keluarga daun mint. Teh daun sage memiliki aroma yang kuat dan rasa yang earthy ketika diminum. Dibalik rasa yang menenangkan, teh daun sage memiliki keuntungan kesehatan.

Adapun manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari konsumsi teh daun sage seperti ;


1. Memperbaiki fungsi otak
Teh daun sage memiliki beragam antioksidan, sehingga memberi manfaat kesehatan dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit kronik.

Teh daun sage mengandung asam klorogenat, asam kafeat, maupun asam ellegic yang bisa menurunkan risiko kanker dan memperbaiki fungsi serta memori otak.

2. Meringankan gejala menopause
Menjelang menopause, umumnya perempuan mengalami penurunan kadar estrogen dalam tubuhnya, umumnya gejala ditandai dengan keringat berlebih, kering pada vagina, sensasi kepanasan (hot flashes), dan mudah marah. Teh daun sage memiliki manfaat untuk meringankan gejala menopause tersebut.

Daun sage memiliki komponen yang memiliki sifat mirip dengan hormon estrogen, sehingga dapat merangsang reseptor dalam otak untuk meringankan gejala menopause di atas. Terutama meredakan hot flashes dan keringat berlebihan.

3. Menurunkan kadar kolesterol
Manfaat selanjutnya, teh daun sage dapat menurunkan kolesterol. Menurut studi dari International Journal of Molecular Science, konsumsi teh daun sage selama 4 minggu dapat memperbaiki kadar kolesterol pada partisipan.

Hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang terlibat mengalami penurunan kadar kolesterol LDL. Meski demikian, peneliti mengatakan teh daun sage hanya mempengaruhi kadar kolesterol dan tidak memberikan efek pada kadar gula darah.

4. Meredakan inflamasi
Teh daun sage juga memiliki manfaat yaitu untuk meradakan inflamasi. Sebuah studi menyebutkan, daun sage memiliki sifat anti-inflamasi. Daun sage mengurangi respon inflamasi pada jaringan gusi.

Fungsi dari teh daun sage bermanfaat untuk menjaga kesehatan mulut dan pernapasan, mulai dari radang mulut, radang gusi, pembengkakan amandel, maupun radang tenggorokan.

5. Menyehatkan rambut
Teh sage juga punya manfaat kesehatan untuk rambut. Kamu cukup menyeduh teh daun sage yang dicampurkan dengan teh hitam atau rosemary. Tunggu hingga dingin, kemudian siramkan ke seluruh rambut dan kulit kepala.

Belum ada penelitian yang mendukung manfaat ini. Namun, tanin dalam teh daun sage dan teh hitam dipercaya mampu mendukung pertumbuhan rambut dan menghitamkan rambut abu-abu.

6. Meringankan masalah pencernaan
Teh daun sage juga dapat meringankan masalah pencernaan seperti, gastritis, diare, perut kembung, dan heartburn.

7. Mengatasi mukositis oral
Mukositis oral adalah salah satu efek kemoterapi dan terapi radiasi dalam penanganan kanker. Mukositis oral terjadi ketika lapisan mulut rusak yang menimbulkan luka dan sariawan.

Sebuah studi dari Complementary Therapies in Medicine menyebutkan bahwa berkumur dengan teh daun sage mampu mengurangi mukositis oral pada orang yang menjalani kemoterap

Semoga bermanfaat.
Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-teh-daun-sage-untuk-kesehatan/
Edit : Kunir Putih Curcuval Dp



MUDAHNYA MENCEGAH FLU

Cara paling mudah untuk mencegah flu adalah menjaga kebersihan sendiri dan lingkungan. Beberapa perilaku di bawah ini dapat diterapkan untuk mencegah penularan flu:

1. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-sanitizer berbahan dasar alkohol.
2. Tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata, sebelum mencuci tangan.
3. Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, dengan cairan disinfektan.
4. Tidak berbagi makanan atau penggunaan benda pribadi (gelas atau botol minum dsb).

Jika sudah terserang flu, Anda dapat meminimalkan penularan ke orang lain dengan melakukan beberapa hal berikut :

1. Menjauhkan diri dulu dari orang lain, hingga setidaknya 24 jam setelah demam turun.
2. Memakai masker bila ke luar rumah.
3. Menutup mulut dan hidung dengan tisu, saat bersin atau batuk. Buanglah tisu dan cuci tangan

Untuk mencegah flu, bisa dengan menjalani vaksinasi influenza. Pemberian vaksin dilakukan pada bayi usia 6 bulan, kemudian diulang setiap satu tahun sekali, hingga berusia 18 tahun. Vaksinasi juga perlu dilakukan oleh orang yang berisiko mengalami komplikasi. Namun perlu diingat, vaksin influenza tidak bisa 100% mencegah flu.

Terakhir diperbarui: 13 Mei 2019
Ditinjau oleh: dr. Tjin Willy
By: Admin Kunir

Semoga bermanfaat...


Daftar Makanan yang Direkomendasikan bagi Penderita Asma

makanan bagi penderita asma


Asma adalah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Meski begitu, pengidap asma tetap harus cermat memilah-milih makanan yang dikonsumsi setiap hari. Tidak banyak yang menyadari bahwa pemilihan makanan sangat berkaitan dengan peluang kekambuhan asma. Salah memilih makanan dapat membuat gejala asma rentan kambuh sewaktu-waktu, lho! Lantas, apa saja makanan yang boleh untuk penderita asma dan yang tidak?

Pentingnya menjaga pola makan sehat bagi penderita asma

Orang dengan asma harus menjaga pola makannya dengan baik. Selain tujuannya untuk mengendalikan gejala asma, pola makan sehat dapat membantu menjaga berat badan ideal. Dalam banyak kasus, penderita asma yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung lebih lama merespon pengobatan ketika dirawat di rumah sakit.

Sebuah penelitian dalam jurnal Annals of American Thoracic Society mengungkapkan bahwa berusaha menurunkan setidaknya 10 persen dari berat tubuh adalah awal yang baik untuk mencapai berat badan ideal.

Makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma

Sebenarnya tidak ada jenis makanan tertentu yang benar-benar ampuh untuk mengobati penyakit asma. Hal ini pun diamini oleh Elizabeth Secord, MD, direktur program pelatihan untuk alergi dan imunologi di Children’s Hospital of Michigan di Detroit, Amerika Serikat dalam laman Everyday Health,

Meski begitu, Elizabeth menjelaskan bahwa selektif memilih makanan dapat membantu mengendalikan asma dengan mencegah kekambuhan gejalanya.

Berikut beberapa pilihan makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma:


1. Asam lemak omega 3

Lemak tidak selalu buruk untuk tubuh. Asalkan cermat dalam memilih jenis makanannya, lemak justru dapat membawa manfaat kesehatan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Allergology International, lemak yang berasal dari tumbuhan dan asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada saluran napas penderita asma. Dengan begitu risiko kekambuhan gejala asma dapat diminimalisir.

Hal ini pun didukung oleh penelitian lain yang dimuat dalam The Chest Journal. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa kandungan asam lemak omega 3 juga baik untuk kesehatan paru penderita asma.

Untuk makanan penderita asma, Anda bisa mendapatkan lemak sehat dari minyak zaitun, biji chia, biji rami (flaxseed), dan walnut. Sementara lemak sehat yang berasal dari hewan dapat ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden.

2. Apel

Sudah banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa buah apel dapat mencegah berbagai risiko penyakit. Bukti yang terbaru, apel bahkan diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan gejala asma.

Studi oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan, penderita asma yang makan apel setiap hari berisiko lebih rendah mengalami serangan asma ketimbang yang tidak makan apel sama sekali.

Selain enak dimakan segar-segar, Anda bisa mengolah apel menjadi jus atau smoothies. Tambahkan dengan berbagai buah-buahan lain supaya makanan yang baik untuk penderita asma ini lebih nikmat ketika disantap.

3. Wortel

Siapa yang tak kenal dengan sayuran satu ini? Wortel, si umbi berwarna kuning oranye ini terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata.

Pada kenyataannya, makanan yang terbuat dari wortel punya manfaat lain yang tak menyehatkan untuk penderita asma. Studi menunjukkan bahwa beta karoten dalam wortel dapat mengurangi serangan asma yang dipicu oleh olahraga setelah diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

Di samping itu, kandungan vitamin C dalam wortel yang berlimpah juga dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini memungkikan tubuh terhindar dari berbagai infeksi, misalnya flu dan pilek,  yang dapat memicu serangan asma. Apalagi bila gejala yang Anda alami termasuk cukup parah.

Namun, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi wortel. Bagi beberapa orang, wortel mungkin justru dapat menyebabkan reaksi alergi yang memicu gejala asma. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi wortel, pastikan Anda tidak punya riwayat alergi terhadapnya.

4. Bayam

Sayuran hijau seperti bayam ternyata juga masuk dalam daftar makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asma. Kandungan folat (vitamin B9) dalam bayam dapat membantu mengendalikan asma.

Studi yang diterbitkan dalam Annals of American Thoracic Society juga menemukan hal yang serupa. Para peneliti dalam studi tersebut melaporkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan asupan folat dan vitamin D yang cukup delapan kali lebih mungkin untuk mengalami serangan asma. Hasil ini berlaku bila dibandingkan dengan anak-anak yang memenuhi kedua asupan nutrisi tersebut dengan cukup.

Selain bayam, Anda juga bisa mendapatkan asupan folat dari sayuran hijau lainnya seperti brokoli dan buncis.

5. Pisang

Selain batuk terus-menerus, asma juga seringnya disertai dengan gejala mengi. Mengi adalah suara seperti siulan lirih atau bunyi “ngik ngik” ketika Anda mengembuskan atau menghirup napas. Bunyi ini terjadi karena udara dipaksa keluar melalui saluran pernapasan yang tersumbat atau menyempit.

Guna mencegah mengi karena asma, Anda bisa mengonsumsi buah pisang. Sebuah survei yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal menemukan bahwa pisang dapat mengurangi mengi pada anak-anak dengan asma. Manfaat ini didapat berkat kandungan antioksidannya.

Pisang kaya akan kandungan asam fenolik yang larut dalam air. Bahkan, kandungan asam fenolik pisang lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya, termasuk apel. Inilah sebabnya, pisang dapat membantu mengurangi peradangan yang terjadi di saluran napas.

Di sisi lain, pisang juga salah satu sumber kalium terbaik yang dapat membantu meningkatkan fungsi paru. Tak heran bila pisang direkomendasikan sebagai makanan yang baik untuk penderita asma.

Guna mendapatkan manfaat yang optimal, makanlah pisang dengan apel.


6. Jahe

Sebenarnya para ahli belum tahu persis bagaimana cara kerja jahe membantu meredakan gejala asma. Namun, mereka berpendapat bahwa rempah satu ini dapat membantu mengurangi respon alergi dengan menurunkan menurunkan kadar IgE dalam tubuh.

Seperti yang diketahui, asma erat kaitannya dengan alergi. Ketika kadar IgE dalam tubuh menurun, maka reaksi alergi yang muncul juga perlahan-lahan akan berkurang. Alhasil, gejala asma Anda bisa lebih dikendalikan dan jarang kambuh.

Penelitian juga melaporkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi peradangan dan menghalangi kontraksi pada saluran pernapasan. Jahe juga dapat meningkatkan relaksasi pada otot seperti yang terdapat pada beberapa obat asma. Inilah sebabnya, jahe patut dijadikan sebagai makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita asma.

Jahe bisa diolah dengan beragam cara. Mulai dari dibikin minuman seperti wedang jahe hingga jadi bumbu dalam masakan.

Semoga bermanfaat

KAPSUL TEMUMANGGA RACIKAN PROF DWIYATI

KAPSUL TEMUMANGGA RACIKAN PROF DWIYATI

Kapsul Temumangga itu racikan Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP, guru besar Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana, Yogyakarta. Dwiyati membuat kapsul dari100% rimpang temumangga segar yang dikeringkan lalu dibuat serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul. "Temumangga mengandung antioksidan tinggi seperti senyawa fenol berupa flavon, kurkumin, dan asam galat," ujarnya. Kandungan kurkumin dalam rimpang temumangga juga andal memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Riset Sri Nuraesti A. Malek dan rekan dari Institur Ilmu Biologi, Universitas Malaysia, membuktikan ekstrak metanol temumangga memuliki sifat sitotoksik terhadap sejumlah sel kanker seperti kanker payudara, nasofaring, paru-paru, kolon, dan serviks. Itu sejalan dengan penelitian Agung Heri Karsono dan rekan dari Bagian Farmakologi Molekuler, Inovasi Penelitian dan Penemuan, Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Biomolekuler Dexa, membuktikan efek molekul dari fraksi bioaktif temumangga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dengan cara mereduksi jalur 5 alfa reduktase.

Rimpang tanaman anggota famili Zingiberaceae itu juga menjadi rujukan para herbalis seperti Valentina Indrajati dan H. Ujang Edi, keduanya di Bogor, Jawa Barat. Valentina menuturkan temumangga mengandung beragam antioksidan yang mampu menghalau sejumlah penyakit, termasuk kanker. Menurut herbalis di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Maria Anjarwati, temumangga memang juga berkhasiat meluruhkan lemak dalam aliran darah dan lalu membuangnya bersama urine.

Semoga bermanfaat...