kunirputihcurcuvaldp

6 Jenis Makanan Sehari-hari yang Berbahaya Jika Dikonsumsi

6 Jenis Makanan Sehari-hari yang Berbahaya Jika Dikonsumsi
Banyak yang mengasumsikan berbagai makanan yang kita konsumsi setiap hari adalah makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi. Padahal, tidak semua makanan sehari-hari baik untuk kita konsumsi. Bahkan, ada beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan kondisi kesehatan. Lalu apa saja makanan yang berbahaya tersebut?

Berikut adalah makanan sehari-hari yang sebaiknya kita kurangi atau hindari sepenuhnya.

1. Mie instan
Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia suka dengan mie instan. Makanan ini dianggap sebagai salah satu alternatif yang tepat saat kita malas memasak atau membeli makan di luar rumah.

Semakin banyaknya jenis mie instan yang beredar di pasaran, semakin tinggi pula minat masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang satu ini. Padahal, mie instan adalah salah satu makanan berbahaya bagi kesehatan tubuh, khususnya jika dikonsumsi setiap hari.

Hal ini disebabkan kandungan garam yang terlalu banyak di dalam bumbu mie instan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika mengonsumsi mie instan terlalu banyak, berbagai masalah kesehatan serius berpotensi akan muncul, seperti kanker perut, stroke, dan penyakit jantung akibat terlalu banyak sodium yang dikonsumsi.

Selain itu, meski mie instan mengandung karbohidrat, tetapi makanan ini tidak mensuplai nutrisi apapun untuk tubuh. Sementara, berat badan mungkin akan naik karena kandungan karbohidrat di dalamnya. Ditambah lagi, makanan ini juga mengandung monosodium glutamat (MSG) yaitu zat aditif yang digunakan untuk perasa makanan sehingga makanan tersebut lebih cocok di lidah.

2. Saos kemasan
Saos kemasan adalah makanan sehari-hari yang juga berbahaya jika sering dikonsumsi. Jika masih dalam jumlah sedikit dan jarang dikonsumsi, saos kemasan mungkin tidak akan terlalu berbahaya. Sayangnya, saos kemasan termasuk makanan yang makan hampir setiap hari.

Saat ini, banyak restoran yang memberikan saos kemasan untuk dibubuhkan pada makanan utamanya. Hal ini membuat kita terpancing untuk selalu menggunakannya, selain karena saos memang menambah rasa tertentu pada makanan. Tetapi, jika kita selalu membubuhkan saos ke dalam makanan, hal ini dapat membahayakan kondisi kesehatan.

Saos menjadi makanan yang berbahaya jika dikonsumsi berkali-kali karena berdasarkan United States Department of Agriculture, saos kemasan mengandung 2 gram gula, sehingga kandungan tomat di dalam saos kemasan ‘kalah’ oleh kandungan gula dan garam di dalamnya dan membuat makanan ini kehilangan nutrisinya.

Akan lebih baik jika kita membuat saos tomat rumahan sehingga dapat mengukur takaran bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya.

3. Minuman kemasan
Tanpa kita sadari, minuman manis kemasan yang banyak beredar di pasaran dan mungkin sering kita konsumsi dapat membahayakan kesehatan. Mengapa demikian? Minuman manis memiliki kandungan gula yang cukup banyak. Tetapi saat mengonsumsinya, tubuh kita tidak menganggap bahwa minuman manis ini adalah makanan.

Hal ini membuat kita tidak merasa harus mengurangi asupan makanan atau asupan gula sehingga terjadi lonjakan kalori yang kita konsumsi. Minum minuman manis menjadi makanan yang berbahaya jika dikonsumsi setiap hari karena kandungan gula di dalamnya dapat membuat sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena respon sel terhadap insulin terganggu (resistensi insulin).

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit serius, seperti gangguan liver, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Oleh sebab itu, jika ingin mengonsumsi minuman manis, buatlah sendiri di rumah dan kontrol jumlah gula yang hendak kita konsumsi agar kesehatan kita lebih terkontrol.

4. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis, nugget, atau daging asap adalah makanan yang mesti dibatasi. Pasalnya, makanan ini bisa berbahaya bagi kesehatan jika dimakan terlalu banyak.

Jenis makanan ini telah melalui berbagai macam proses bisa jadi membuat kandungan gizinya berkurang. Belum lagi makanan olahan sudah pasti menggunakan bahan pengawet supaya tahan lama.

Dalam beberapa penelitian, salah satunya yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus.

Hal yang sama dinyatakan dalam jurnal Nutrition and Cancer, bahwa orang yang terlalu sering makan daging olahan lebih rentan terkena penyakit kanker. Dalam jurnal ini disebutkan bahwa proses pengolahan dapat memunculkan zat-zat pemicu kanker.

Jadi, sebaiknya jangan terlalu sering makan nugget, sosis, atau daging olahan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan protein, kita bisa makan daging sapi, daging ayam, atau ikan sekali pun yang kita olah sendiri.

5. Kentang goreng
Kentang adalah makanan yang sehat jika tidak diubah cara penyajiannya. Masalahnya, kentang goreng rupanya lebih menarik bagi sebagian besar orang. Tidak heran kentang goreng dijual di mana-mana. Namun, bukan berarti jika bahan utamanya adalah kentang, kentang yang sudah digoreng menjadi tetap sehat dan aman jika dikonsumsi.

Kentang goreng menjadi salah satu makanan yang berbahaya karena telah melalui proses digoreng, sehingga kentang mengandung kalori yang tinggi dan memudahkan kita untuk mengalami kenaikan berat badan secara drastis.

Selain itu, makanan yang digoreng berpotensi meningkatkan kemungkinan Anda mengalami masalah kesehatan yang cukup serius, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Cara paling aman mengonsumsi kentang adalah dengan merebusnya.

6. Yoghurt rendah lemak
Yoghurt memang termasuk ke dalam daftar makanan sehat, namun jika kita tidak teliti, kita mungkin membeli jenis yoghurt yang salah. Apa yang dimaksud dengan yoghurt yang salah?

Saat ini, di pasaran banyak menjual yoghurt rendah lemak yang memang memiliki kandungan lemak susu yang lebih sedikit daripada yoghurt pada umumnya. Sayangnya, untuk memberi rasa pada yoghurt yang seharusnya diberikan oleh lemak susu, produsen menggantikannya dengan gula yang justru lebih tidak sehat dibandingkan lemak susu.

Ditambah lagi, banyak yoghurt yang tidak mengandung bakteria probiotik atau bakteri baik setelah melalui proses pasteurisasi saat fermentasi. Proses pasteurisasi adalah proses di mana makanan dipanaskan untuk membunuh organisme seperti bakteri, protozoa, kapang, dan masih banyak lagi saat sedang difermentasi, sehingga bakteri probiotiknya sudah mati saat itu.

Semoga bermanfaat...
By : Admin
Sumber : www.hellosehat.com
Kunjungi website kami di : www.obattumorasamurat.com untuk berbagai artikel kesehatan.

Manfaat Olahan Sereh


Sereh

Sereh atau akar wangi adalah tanaman yang tumbuh di benua Asia dan berfungsi sebagai penambah rasa untuk makanan. Bukan hanya makanan, ada beberapa resep yang dapat membuat Anda menikmati sereh dalam bentuk minuman.

Apa saja manfaat minuman sereh dan bagaimana mengolahnya?

Manfaat minuman sereh




Tanaman ini awalnya tumbuh di negara India dan Sri Lanka disana umumnya digunakan oleh orang-orang untuk memperbaiki kualitas tidur mereka. Aroma harum dari tanaman sereh ini menjadikan mereka lebih rileks, sehingga memudahkan untuk tidur.

Ada banyak manfaat lain yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi sereh sebagai minuman, contohnya :

Mengurangi perasaan cemas. Aroma tanaman sereh cukup menenangkan pikiran orang yang menggunakannya.
Meringankan perut kembung karena memiliki efek diuretik, sehingga membantu tubuh mengeluarkan kelebihan air yang membuat perut kembung.
Meningkatkan kadar sel darah merah karena bersifat antioksidan yang mempercepat pembentukan sel darah merah.
Meredakan rasa nyeri berkat sifat antioksidan, antibakterial, dan antiperadangan yang ada pada tanaman sereh apabila diolah menjadi minuman.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman sereh? Supaya Anda bisa mendapatkan keistimewaan tersebut dengan maksimal, berikut ini ada beberapa resep minuman sereh yang bisa Anda coba di rumah.

Lanjut di halaman 2
3 Resep Olahan Minuman Sereh

Kenapa Ketika Demam Kita Harus Lebih Banyak Berkeringat?

Oleh Risky Candra Swari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Kenapa Ketika Demam Kita Harus Lebih Banyak Berkeringat?

Kenapa Ketika Demam Kita Harus Lebih Banyak Berkeringat?
Saat demam, orangtua biasanya menyarankan kita untuk mematikan AC kamar, pakai baju yang tebal, dan tak lupa selimutan. Katanya cara ini membantu demam cepat turun karena tubuh banyak mengeluarkan keringat. Namun, pernakah Anda bertanya-tanya kenapa sewaktu badan masih “panas” kita justru tetap harus “panas-panasan”? Apakah membuat tubuh berkeringat saat demam benar-benar efektif membuat Anda cepat sembuh? Bukannya hal ini malah akan semakin menaikkan suhu tubuh? Berikut jawaban pastinya.

Berkeringat membantu panas tubuh cepat keluar
Berkeringat merupakan salah satu respon alami tubuh untuk menurunkan suhunya yang terlalu tinggi saat demam

Ketika suhu tubuh Anda meningkat, sistem saraf akan mengirimkan pesan ke kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan dari dalam kulit. Cairan ini berfungsi untuk memberikan efek menyejukkan sehingga panas dalam tubuh akan cepat keluar. Dengan begitu, demam perlahan mereda dan Anda pun akan merasa lebih nyaman.


Di sisi lain, berkeringat saat demam juga dapat melindungi Anda dari gejala sengatan panas, alias heat stroke. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh Anda mencapai 40 derajat Celcius, atau bahkan lebih.

Ketika mengalami heat stroke, suhu tubuh Anda akan meningkat sangat tajam secara tiba-tiba dalam waktu yang cepat. Akibatnya, bagian dalam dan luar tubuh terasa sangat panas. Heat stroke adalah kondisi yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Cara membuat tubuh berkeringat lebih banyak saat demam
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berkeringat dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Nah, supaya tubuh berkeringat lebih lancar saat demam, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat demam.

1. Berendam air hangat
Berendam air hangat dapat membantu tubuh Anda berkeringat. Sebab paparan uap panas yang dihasilkan dapat membantu menurunkan suhu tubuh Anda secara bertahap. Dengan begitu, tubuh Anda terasa lebih nyaman.

Bila Anda mengalami demam dan flu di waktu yang bersamaan, berendam air panas juga efektif melegakan hidung yang tersumbat.

Uap panas yang Anda hirup selama berendam juga dapat membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir yang menyumbat saluran napas. Alhasil, Anda pun bisa bernapas lebih lega.

2. Olahraga
Anda mungkin mengira bahwa orang yang sedang sakit pantang melakukan olahraga. Faktanya, selain bikin berkeringat, aktivitas fisik satu ini justru dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Sistem imun yang meningkat ini tentu akan membantu mempercepat pemulihan Anda.

Meski begitu olahraga saat sakit harus dilakukan dengan hati-hati. Mengingat tubuh Anda sedang tidak bugar seperti biasanya, sebaiknya Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Pilihlah olahraga yang ringan-ringan saja. Misalnya, yoga, pilates, atau jalan santai.

Hindari berolahraga bila Anda mengalami demam tinggi, batuk parah hingga dada terasa sesak, nyeri otot, dan sakit perut. Memaksakan diri melakukan aktivitas fisik supaya bisa berkeringat saat demam tinggi justru dapat memperburuk kondisi Anda. Alih-alih cepat sembuh, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami cedera atau penyakit yang lebih serius.

Pada prinsipnya, ketahui batas kemampuan diri Anda sendiri. Bila dirasa tidak cukup kuat untuk berolahraga, jangan paksakan diri melakukannya.

3. Makan sup hangat
Mengonsumsi semangkuk sup hangat juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Apalagi bila sup yang Anda makan bercitarasa pedas.

Kandungan capsaicin dalam cabai mengirimkan sinyal kepada otak bahwa tubuh Anda sudah terlalu panas. Akibatnya, tubuh Anda akan berkeringat lebih banyak supaya suhu tubuh Anda kembali dalam keadaan yang normal.


Namun, pastikan Anda tidak makan makanan pedas secara berlebihan. Selain bikin kepedasan tidak karuan, kebanyakan makan makanan pedas justru dapat membuat tubuh Anda semakin panas. Jadi, jangan lupa perhatikan porsi makan Anda, ya!

4 Manfaat Kemangi Suci Bagi Kesehatan Tubuh


Daun kemangi untuk kesehatan

Siapa yang tidak kenal dengan kemangi? Tanaman yang satu ini memang sering jadi pelengkap masakan lalap, contohnya pecel ayam atau ikan lele. Ternyata salah satu jenisnya, yaitu kemangi suci (tulsi) bermanfaat bagi tubuh. Loh, memangnya tulsi dengan kemangi biasa itu berbeda? Lantas, apa saja manfaat daun tulsi untuk kesehatan tubuh? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Beda kemangi biasa dengan daun tulsi
Sebelum membahas manfaat kemangi suci (daun tulsi), Anda perlu tahu perbedaan tanaman ini dengan kemangi biasa. Kemangi suci memiliki banyak sebutan, mulai dari tulsi, holy basil, hingga Ocimum sanctum.

Tanaman obat ini memiliki daun yang kasar disentuh, tepinya berwarna kecokelatan, dengan gradasi warna kesuluruhan yang hijau keabu-abuan. Sementara kemangi biasa memiliki daun yang halus dan berwarna hijau tua. Bila diperhatikan, kemangi biasa memiliki daun berwarna putih sedangkan bunga tulsi berwarna ungu, seperti lavender.

Selain hijau keabuan, bagian batang kemangi suci kadang memiliki warna yang berbeda, bisa putih atau merah. Bila Anda cium baunya, kemangi suci akan beraroma manis. Beda dengan kemangi yang wanginya lebih kuat dan beraroma pedas. Bila kemangi biasa mudah ditemukan sebagai lalapan, tulsi lebih sering digunakan dalam masakan Thailand.

Manfaat daun tulsi (kemangi suci) untuk kesehatan




Tahukah Anda kenapa tanaman ini dinamakan kemangi suci atau holy basil? Kata “suci” ditambahkan oleh umat Hindu sejak zaman dahulu karena manfaatnya dalam dunia pengobatan.

Menurut Ayurveda (ilmu kesehatan dari negara India), tulsi disebut juga dengan “The Incomparable One,” “Mother Medicine of Nature” dan “The Queen of Herbs”.

Berikut manfaat daun tulsi bagi kesehatan menurut penelitian yang diterbitkan pada Journal of Ayurveda and Integrative Medicine.

1. Berpontensi mengurangi stres fisik
Stres tidak hanya terjadi pada otak, tapi juga pada organ lainnya pada tubuh, contohnya otot. Bila otot digunakan secara terus-menerus, otot bisa stres dan rusak.

Bukan hanya itu paparan udara dingin juga bisa memicu terjadinya stres fisik.

Penelitian tersebut melaporkan manfaat daun tulsi dalam mengurangi stres fisik. Riset yang berbasis hewan ini memberikan tekanan, paparan kebisingan dan udara dingin.

Hewan tersebut kemudian diberikan ekstrak daun tulsi. Hasilnya menunjukkan bahwa kemangi suci mampu mengurangi efek stres fisik pada hewan dengan meningkatkan neurotransmitter dan respons imun.

2. Memiliki senyawa aktif yang berpotensi ampuh melawan infeksi
Studi ini juga melaporkan manfaat daun tulsi dalam melindungi tubuh dari infeksi. Tulsi memiliki sifat antibakteri, antivirus, antijamur sehingga tanaman ini digunakan untuk memelihara hewan ternak.

Selain itu, tanaman ini juga dijadikan obat kumur herbal karena memiliki potensi untuk melawan bakteri Streptococcus yang menyebabkan kerusakan gigi. Keampuhannya sama dengan obat kumur.

Kombinasi dari zat aktif kemangi juga mendukung penyembuhan luka pada hewan, seperti halnya kerja obat aspirin, meloxicam, indometasin, dan serotonin.

3. Bersifat antidiabetes dan antiinflamasi
Manfaat daun tulsi selanjutnya adalah sifat antidiabetes yang dimilikinya. Sebuah percobaan berbasis hewan menunjukkan bahwa kemangi suci dapat mengurangi glukosa darah dan memperbaiki lipid (lemak) yang abnormal.

4. Berpotensi menjaga kesehatan mental
Manfaat daun tulsi yang diunggulkan lainnya adalah mendukung kesehatan mental. Kemangi suci memiliki senyawa aktif yang berpotensi mengurangi kecemasan dan stres di otak.

Berdasarkan studi, daun tulsi membantu mengurangi kecemasan dan stres dengan menenangkan sel-sel tubuh dan pikiran. Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki efek yang sebanding dengan diazepam, yaitu obat penenang.

Semoga bermanfaat

APA SAJA YANG BISA MENYEBABKAN ASAM URAT?

asam urat
Sebenarnya, yang menyebabkan asam urat adalah kadar asam urat itu sendiri yang terlalu banyak di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, zat kimia ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin dan tinja.

Tetapi, pada orang yang mengalami asam urat, jumlah asam uratnya terlalu banyak sehingga tidak dapat diolah oleh tubuh. Pada akhirnya, zat tersebut akan membentuk kristal dan menumpuk di sekitar sendi, dan menyebabkan peradangan.

Lalu.. apa penyebab asam urat di dalam tubuh dapat menjadi tinggi? Penyebab asam urat yang tinggi adalah terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Purin ialah suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun terkandung juga di dalam beberapa jenis makanan.

Beberapa contoh makanan yang mengandung Purin

1. Jeroan, termasuk hati, ginjal, jantung, limpa, otak, babat, usus, dan paru.
2. Kaldu daging.
3. Sosis atau produk daging lainnya.
4. Bebek.
5. Burung.
5. Ikan sarden dan ikan makerel.
6. Makanan laut lainnya, seperti kerang, udang, dan kepiting.
7. Ragi. dsb.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung purin, tubuh akan mengolahnya menjadi asam urat. Sehingga, semakin banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin, semakin tinggi risiko untuk mengalami asam urat.

Menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, dan juga berolah raga bisa menjadi cara untuk menjaga agar tubuh terhindar dari Asam Urat. Atur dan rubah sekarang, semoga bisa menjadi suatu kebaikan dan senantiasa diberikan kesehatan.

By : Admin

RESEP TRADISIONAL

Herbal


Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali.
Saya bertegur sapa dgn beliau "Bapak terlihat sehat sekali Pak".
Setelah itu dia berceritera : "ya dulu memang aku sakit gagal ginjal dan saya harus cuci darah.
Bahkan asam urat saya mencapai 14. Dokterpun sudah angkat tangan dengan penyakit saya ini. Namun sekarang aku sembuh total dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikan oleh Sinshe saya.

Luar biasa Resep Rahasia dari NTT Mengobati Gagal Ginjal, kanker lidah sampai pemulihan eks Pecandu Narkoba Ternyata Hanya Butuh 3 Bahan Saja  !!

Ramuan itu adalah :


11 siung bawang putih tunggal
2 siung bawang bombai
3 buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu.
Untuk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan bijinya sekalian.
Nah ramuan herbal tersebut dikonsumsi sehari 3x1 sendok makan, diminum sebelum makan.
Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjal nya tersebut dan ramuan itulah yang ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jkt.
Kata beliau sang Shinsenya berpesan kalau sudah sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat.
Sekalipun dokter sudah memvonis tidak bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang.

Rasa kantuk yang selalu ada saat jam kerja jadi hilang sama sekali.
Begitu juga linu2 di tangan.
Beliau punya anak yang divonis dokter mengalami gejala kanker lidah.
Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi yaitu bu Riama punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lebih, Setiap bangun pagi selalu tidakk bisa langsung duduk dan harus pelan2 untuk bisa duduk. Maka dari dia menyuruh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba.

Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu langsunng kencing darah dan setelah itu tensinya jadi normal memjadi 125/70 wajib mencoba diri sendiri nih !!

NB :


Untuk adaptasi minggu pertama 1sendok teh saja dosisnya ya setelah di rasa ok cocok dan ada perubahan baru tingkatkan, menjadi 1 sendok makan, dan ramuan harus di simpan di kulkas ya, untuk menjaga ramuan tidak habis dalam waktu 2 minggu sebaiknya di buang, bikin yang baru jika di rasa masih membutuhkan.

Semoga Bermanfaat

Katanya, Semakin Tua Semakin Susah Obat Diserap, Benarkah?

Katanya, Semakin Tua Semakin Susah Obat Diserap, Benarkah?
Agar efektif dalam mengatasi penyakit, obat harus diserap ke dalam tubuh, didistribusikan pada tempat yang diperlukan, diubah secara kimia di hati atau ginjal, kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urine. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan tubuh yang terjadi mengubah cara obat diserap dan diolah.  Kondisi inilah yang membuat Anda rentan mengalami efek samping obat seiring bertambahnya usia. Maka itu, terkadang pengobatan yang diterapkan pada lansia akan berbeda dengan orang yang masih muda.

Ternyata usia berdampak pada pengobatan

Proses penuaan secara alami mengubah fungsi sistem tubuh, termasuk dalam memproses obat-obatan yang dikonsumsi. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi cara tubuh merespons obat-obatan, termasuk jumlah obat yang dikonsumsi dan lama waktu obat bertahan di dalam tubuh. Di antaranya adalah massa otot, jumlah lemak tubuh, aktivitas hati, dan fungsi ginjal.
Dikutip dari Verywellhealth, berikut ini berbagai perubahan yang terjadi saat usia bertambah dan pengaruhnya terhadap konsumsi obat:

1. Peningkatan Persentase Lemak Tubuh

Terutama di bagian tulang dan otot. Peningkatan tetap terjadi meski berat badan tidak bertambah. Pada kondisi ini, obat yang larut lemak rentan terjebak di dalam sel-sel lemak tubuh dan tetap berada di sana untuk jangka panjang.

2. Penurunan Cairan Tubuh

Hal ini berdampak pada kurangnya kemampuan tubuh dalam melarutkan obat-obatan larut air. Akibatnya, beberapa obat akan terkonsentrasi di dalam tubuh dan meningkatkan risiko timbulnya efek samping.

3. Penurunan Fungsi Sistem Pencernaan

Kondisi ini berpengaruh pada kecepatan obat memasuki aliran darah. Jika gerakan perut melambat, obat akan lebih lama masuk ke usus sehingga menghambat proses penyerapan dan pemecahannya. Perubahan ini dapat menurunkan efektivitas obat yang dikonsumsi.

4. Penurunan Fungsi Hati

Pasalnya seiring usia bertambah, organ hati semakin kecil. Kondisi ini disertai dengan berkurangnya aliran darah ke hati, termasuk rendahnya bahan kimia di organ hati yang diperlukan untuk memecah obat. Dampaknya, obat menumpuk di organ hati dan menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. Salah satunya kerusakan hati.

5. Penurunan Fungsi Ginjal

Kondisi ini menyebabkan ginjal kurang efektif dalam menghilangkan obat-obatan “sisa”. Penurunan ini biasanya terjadi ketika memasuki usia 40an. Akibatnya, obat tetap berada di dalam tubuh lebih lama dan meningkatkan risiko efek samping.

6. Penurunan Memori

Penurunan memori meningkatkan risiko seseorang lupa minum obat, termasuk mematuhi instruksi penggunaan obat dari dokter. Akibatnya, efektifitas pengobatan menjadi berkurang. Gangguan penglihatan dan pendengaran juga berpotensi menyebabkan kondisi serupa.

7. Berkurangnya Keluwesan Tubuh

Seiring bertambahnya usia, tubuh kehilangan keluwesannya. Itu mengapa lansia rentan mengalami radang sendi, cacat fisik, dan gangguan sistem saraf seperti parkinson. Kondisi ini menyulitkan para lansia untuk membuka botol, mengambil pil kecil, atau menggunakan obat-obatan dalam berbagai bentuk.
Mengetahui adanya pengaruh pertambahan usia pada penggunaan obat-obatan, penting bagi Anda untuk berbicara pada dokter sebelum menggunakan obat. Ini termasuk kondisi medis, riwayat konsumsi obat, dan masalah kesehatan yang sedang dialami. Tujuannya untuk menurunkan risiko efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi obat.
Sumber gambar: drugs/pixabay.com