kunirputihcurcuvaldp

KISAH PENDERITA YANG SEHAT DENGAN KUNIR PUTIH (ASAM URAT)

KISAH PENDERITA YANG SEHAT DENGAN KUNIR PUTIH (ASAM URAT)

Nama : Ibu Muhammad Arif
Usia : 56 tahun
Asal : Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Penyakit : Kaki sakit saat berjalan

Awal berkenalan dengan Kunir Putih ini terjadi setelah Ibu Muhammad Arif merasakan kakinya sakit untuk berjalan. Saat diperiksa baru diketahui kalau asam uratnya tinggi, yaitu 7
mg/dL. Padahal, asam urat normalnya untuk wanita adalah 2,6-6 mg/dL. Ibu Muhammad Arif adalah ibu dari Muh. Ulil Ahsan, mahasiswa Penulis yang sekarang telah lulus dari prodi THP Universitas Mercu Buana, Yogyakarta. Mas Ulil ini telah mendengar khasiat Kunir Putih sehingga memesannya untuk dikirim ke Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah, setelah rutin meminumnya, asam uratnya turun dari 7 mg/dL menjadi 4 mg/dL. Sebagai wujud rasa syukurnya, Ibu Muh. Arif ini tergabung menjadi Laskar Kunir Putih yang membantu memasyarakatkan Kunir Putih di daerah Sengkang dan sekitarnya.


KISAH PENDERITA YANG SEHAT DENGAN KUNIR PUTIH (ASAM URAT)

KISAH PENDERITA YANG SEHAT DENGAN KUNIR PUTIH (ASAM URAT)
  • Nama : Indarto
  • Usia : 58 tahun
  • Asal : Kompleks TNI AU Waringin Permai, Jatiwaringin, Jakarta Timur.35
  • Penyakit : Kaki sakit untuk berjalan

Pak Indarto mengenal Kunir Putih dari teman Penulis saat masih duduk di bangku SMA, sedangkan Pak Indarto adalah pimpinan di kantor teman saya sewaktu dinas di Yogyakarta.

Kaki Pak Indarto ini sakit kalau dipakai untuk berjalan. Oleh teman saya itu, beliau diminta mencoba mengonsumsi Kunir Putih secara rutin dengan dosis 3x3 sehari selama 3 bulan. Alhamdulillah, hasilnya menggembirakan. Asam uratnya turun dari 10 mg/dL menjadi 6 mg/dL sehinggakakinya tidak sakit lagi saat dipakai untuk jalan-jalan pagi.

Beberapa bulan kemudian, Pak Indarto menghubungi saya lagi. Beliau bercerita kakinya sakit lagi setelah makan durian bersama teman-temannya. Penulis memberikan saran bahwa walaupun sudah sembuh, pola makan tetap harus dijaga, kurangi makan berlemak, tidak boleh makan jerohan, cumi-cumi dan durian. Alhamdulillah dengan menjaga pola makan, maka asam urat akan tetap stabil normal, sehat dan tidak sakit


KISAH PENDERITA YANG SEHAT DENGAN KUNIR PUTIH (ASAM URAT)

 Nama : Supardi
 Umur : 60 tahun
 Asal : Bolaang, Mongondow, Sulawesi Utara
 Penyakit : Asam urat tinggi menjadi normal

Pak Supardi adalah orang tua dari Ari Jatmiko STP, alumni Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana, Yogyakarta. Ari bercerita kepada Penulis, kalau bapaknya menderita asam urat sejak tahun 1996. Asam uratnya sudah cukup parah sampai kakinya bengkak. Awalnya, dia menanyakan apakah Kunir Putih ini bisa menurunkan asam urat bapaknya? Penulis menjawab,” Insya Allah bisa. Banyak pengguna Kunir Putih yang cocok, asam urat tinggi bisa turun menjadi normal setelah mengonsumsi secara rutin Kunir Putih (Curcuval DP).” Ukuran asam urat normal untuk perempuan adalah 2,6-6 mg/dL, sedangkan pria adalah 3,5-7,2 mg/dL.

Mendengar penjelasan Penulis, Ari lantas memesan Kunir Putih untuk bapaknya. Setelah mengonsumsi Kunir Putih dengan dosis 3 x 5 secara rutin selama 3 minggu, bengkak kaki Bapak Supardi mengempis dan tidak sakit lagi untuk berjalan. Bapak kembali bisa beraktivitas seperti semula, bahkan bisa berkebun dan tidak sakit lagi kakinya. Bapak Supardi sendiri menceritakan perkembangan kondisi kesehatannya kepada Penulis melalui telepon. Setelah merasakan sendiri khasiat Kunir Putih ini, dia menyatakan ingin membantu memasyarakatkan Kunir Putih untuk tetangga dan saudaranya. Alhamdulilah, selain semakin sehat, Bapak Supardi juga mendapatkan tambahan penghasilan karena ikut menjual Kunir Putih.


KUNIR PUTIH SEBAGAI RUJUKAN UNTUK MENAMBAH IMUNITAS TUBUH

Selain untuk keluhan kewanitaan, kunir putih juga bisa mengatasi keluhan nyeri payudara. biidznillah..

kandungan curcumin didalam kunir putih juga berkhasiat sebagai penambah daya tahan tubuh/imunitas tubuh ๐Ÿ˜Š

sehingga tubuh menjadi lebih sehat, bugar, fresh dan terhindar dari berbagai macam penyakit dan virus ๐Ÿ˜Š

di musim seperti ini terutama adanya wabah Covid-19 seperti sekarang, kunir putih sangat cocok sebagai rujukan dan salah satu perantara ikhtiar. semoga kita dan keluarga kita senantiasa dilindungi oleh Allah ta'ala, dan semoga Allah ta'ala lekas mengangkat wabah yang sekarang terjadi ๐Ÿ˜Š

#menujuramadhan #bismillah #kunirputih


MELINDUNGI DIRI DAN ORANG TERDEKAT DARI COVID? BEGINI CARANYA !

Yang dapat kamu lakukan dalam melindungi diri sendiri dari COVID-19 adalah dengan cara:

  1. Rajin-rajin cuci tangan dengan sabun! Jangan lupa! Sebelum makan, setelah dari toilet, setelah memegang binatang, atau setelah berpergian.
  2. Ketika batuk atau bersin jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung kamu, ya. Pakai tissue, saputangan, atau lipatan siku.
  3. Hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala Covid-19
  4. Hindari kerumunan
  5. Jangan lupa untuk jaga jarak lebih dari 1 meter antar kamu dan orang-orang di sekitarmu (social distancing)

Yang bisa kamu lakukan untuk melindungi orang-orang terdekatmu dari Covid-19, yaitu:

  1. Saat kamu batuk atau bersin, jangan lupa untuk menjauh dan menutup mulut serta hidung kamu dengan tissue, saputangan, atau lipatan siku.
  2. Segera membuang tisu atau masker yang telah kamu gunakan ke tempat sampah.
  3. Jangan lupa untuk merobek masker yang telah digunakan ya, untuk mencegah penggunaan ulang masker.
  4. Jangan lupa untuk mencuci tanganmu dengan sabun setelah batuk atau bersin.
  5. Jangan meludah disembarang tempat

Segera menghubungi Rumah Sakit rujukan bila orang terdekatmu mengalami gejala Covid-19 dengan menghubungi 119 ext 9


Konsumsi Temulawak dan Kunyit Bikin Tubuh Rentan Corona COVID-19, Fakta atau Hoaks?

Konsumsi Temulawak dan Kunyit Bikin Tubuh Rentan Corona COVID-19, Fakta atau Hoaks?

Oleh : Asnida Riani Edit : Admin Kunir Putih Curcuval DP
Jamu, minuman kaya akan kandungan rempah ini tengah dimanfaatkan konsumsinya oleh publik sebagai upaya preventif infeksi corona COVID-19. Namun, sudah beberapa hari sejak beredar informasi di media sosial terkait ajakan menghindari konsumsi jamu temulawak dan kunyit.

Imbauan ini menyebutkan bahwa dua bahan tersebut malah menjadikan tubuh rentan terpapar virus yang sudah berstatus pandemi tersebut.

"(Masyarakat) Jadi takut mengonsumsi jamu empon-empon yang mengandung temulawak dan kunyit, maupun suplemen herbal berisi senyawa aktif Curcumin," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania lewat keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Kamis (19/3/2020).

Karenanya, Inggrid berupaya membeberkan poin-poin penting terkait informasi tersebut. Ia menjelaskan, berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis, di dunia menunjukkan bahwa Curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

"Salah satu manfaat Curcumin yang terungkap melalui berbagai penelitian dan uji klinis adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh atau berperan sebagai imunomodulator," sambungnya.

Penelitian terakhir terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit corona COVID-19 menunjukkan, reseptor virus tersebut adalah enzim bernama ACE2 yang terdapat pada sel inang, yakni sel manusia, terutama sel alveolus dalam paru.

Namun, pintu masuk virus SARS-CoV-2 tak hanya bergantung pada ikatan protein spike virus dengan reseptor pada sel inang (ACE2), tapi juga priming protein spike oleh protease sel inang.

Secara fungsional, ada dua bentuk ACE2, yakni fixed, menempel pada permukaan sel, dan soluble, bentuk bebas dalam darah. ACE2 bentuk soluble diproyeksikan jadi salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2 melalui mekanisme interseptor kompetitif yang mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.

Penelitian bio-informatika yang dipublikasikan Maret 2020 dan kepustakaan terbaru telah menyebut bahwa Curcumin merupakan salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2.

"Maka diharapkan Curcumin (kandungan di temulawak dan kunyit) mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble yang dapat menghambat terjadinya ikatan antara protein virus dengan ACE2 bentuk fixed pada permukaan sel inang," paparnya.

Inggrid menambahkan, adapun kepustakaan jurnal acuan pesan yang beredar di berbagai media sosial dengan Xue-Fen Pang sebagai Peneliti Utama, berisi penelitian yang sebatas menyimpulkan Curcumin meningkatkan ekspresi ACE2 pada sel miokardium hewan tikus.

"Sebagai catatan khusus, Peneliti Utama tersebut pernah memiliki riwayat retracted article atau ditariknya publikasi artikel dari jurnal atas dasar diragukan integritas dari hasil penelitian," katanya.

Berdasarkan penelitian yang sudah dijabarkan di atas, ia mengatakan, penarikan kesimpulan kandungan tersebut pada tubuh manusia terlalu dini.

"Sehingga, larangan konsumsi jamu temulawak dan kunyit, serta suplemen Curcumin dengan alasan menimbulkan kerentanan terhadap COVID-19 merupakan larangan tidak rasional karena belum ada satu pun penelitian yang mengkonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit, maupun Curcumin terhadap COVID-19," imbuhnya.

dr. Inggrid mengatakan, jamu yang mengandung temulawak dan kunyit sendiri sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama berabad-abad dan terbukti aman, serta bermanfaat terhadap kesehatan.

"Di antaranya memelihara kesehatan, kebugaran atau vitalitas, bahkan menjaga kesehatan liver dan pencernaan," paparnya.

Jadi tidak perlu khawatir untuk tetap  rutin mengonsumsi kunyit putih dan temulawak karena secara khasiat sendiri justru bisa memberikan dampak baik untuk tubuh sebagai penambah imunitas dan dapat meningkatkan pertahanan tubuh secara spesifik maupun non spesifik, dan terjadi induksi non spesifik baik mekanisme pertahanan seluler maupun humoral.

Semoga bermanfaat...


HIMBAUAN PEMERINTAH UNTUK MENGHADAPI VIRUS CORONA

alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah wa ba'du

Pemerintah telah menghimbau kita untuk selama 14 hari ini, untuk bekerja belajar dan ibadah dirumah. Dan direalisasikan dengan adanya kebijakan untuk meliburkan berbagaimacam instansi seperti sekolah sehingga memberikan kesempatan untuk kita melakukan itu semua secara online di rumah kita masing-masing.
Kami himbau kepada kita semuanya, untuk memanfaatkan momment tersebut menjadikan selama 14 hari kedepan tempat terbetah kita, yang paling betah dan paling nyaman untuk kita berada adalah rumah kita. Kemudian, yang kedua adalah social distancing, kita jadikan rumah kita sebagai tempat yang paling betah dan sekaligus kita melakukan social distancing atau menjauhi interaksi sosial untuk sementara waktu, dalam rangka agar bisa menghambat penyebaran penularan virus Corona COVID-19. Harapannya adalah kita melakukan karantina mandiri ini, kita tidak melakukan pejalanan kemanapun, keluar kota kita, tidak melakukan wisata. Karena sebagian ada yang memanfaatkan momment tersebut untuk wisata ke tempat yang lain. Padahal disana dia akan berjumpa dengan banyak orang, berkerumun dengan masa, yang itu akan semakin meningkatkan interaksi sosial tentu penyebaran virus Corona akan lebih mudah disana.
Oleh karenanya, meskipun kita diliburkan oleh Pemerintah selama 14 hari, namun kita ikuti himbauannya untuk tetap merasa nyaman di rumah kita. Kita lakukan himbauan Pemerintah kita untuk belajar, bekerja, ibadah dirumah. Kita maksimalkan waktu kita dirumah untuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selain sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, mungkin ini salah satu kesempatan kita untuk semakin menggiatkan ibadah kita, mungkin bacaan Al-Quran kita, kita tambah, jumlah rokaat sholat sunnah kita tambah, dan ibadah-ibadah kita yang lainnya.
Karena adanya masa libur yang diberikan oleh pemerintah selama 14 hari ini, adalah untuk mempertimbangkan, menghambat virus Corona itu menyebar, dengan mempertimbangkan masa inkubasi. Masa inkubasi diperkirakan sampai 14 hari, jadi kalau kita benar-benar diam dirumah yang mungkin membawa virus tapi tidak bergejala selama 14 hari dia tidak keluar, atau meminimkan jumlah keluar, berarti dia akan mengurangi penularan virus itu ke orang lain. Dan sebaliknya, yang masih sehat dengan dia berdiam diri dirumah selama 14 hari, dia harapannya tidak tertular oleh orang lain yang membawa virus tersebut atau menurlarkan virus tersebut. Tentu kita benar-benar memanfaatkan waktu tersebut untuk stay dirumah kita, dan juga berusaha social distancing menjauh dari kerumunah sosial dan usahakan tidak keluar rumah kecuali ada hajat atau kebutuhan mendesak.
wasallahu ala nabiyyina muhammadin wa ala ali wasshobihi wassalam
✍️ Oleh Ustadz dr. Agung Panji Widiyanto hafidzahullah